Kajian budaya organisasi seringkali terjebak antara pendekatan fungsionalis yang mereduksi budaya menjadi variabel manajerial, atau kajian kritis yang mengawang tanpa pijakan empiris pada praktik keseharian. Buku ini menerobos dualisme tersebut dengan mengajukan etnografi komunikasi sebagai jembatan analitis yang presisi untuk membedah bagaimana institusi ‘hidup’ dan ‘bernafas’ melalui pola-pola tutur, ritual komunikatif, dan narasi yang membentuk realitas bersama. Ini bukan sekadar buku tentang budaya organisasi, melainkan sebuah investigasi mendalam tentang bagaimana budaya itu sendiri dikonstruksikan, detik demi detik, melalui setiap tindakan komunikasi.
Dengan mengintegrasikan kerangka teoretis Dell Hymes dan Gerry Philipsen dengan temuan-temuan riset mutakhir, buku ini menawarkan perangkat metodologis untuk ‘membaca’ kode-kode tutur (speech codes) yang tersembunyi di balik jargon korporat, rapat-rapat rutin, hingga percakapan informal di ruang rehat. Analisis di dalamnya menelusuri bagaimana identitas profesional dibentuk, bagaimana kekuasaan dinegosiasikan, dan bagaimana nilai-nilai institusional diinternalisasi atau justru dilawan melalui cara-cara anggota organisasi berbicara—atau memilih untuk diam. Buku ini secara argumentatif menunjukkan bahwa memahami anatomi komunikatif adalah kunci untuk memahami jiwa sebuah institusi.
Ditujukan bagi para peneliti, dosen, mahasiswa pascasarjana, dan praktisi strategis yang mencari kedalaman analisis, buku referensi ini adalah panduan esensial untuk melampaui diagnosis budaya yang dangkal. Ia membekali pembaca dengan lensa teoretis dan analitis yang tajam untuk mengungkap logika kultural yang tak terlihat, yang sesungguhnya menggerakkan roda organisasi.








Ulasan
Belum ada ulasan.