Buku ini menawarkan rekonstruksi paradigma yang komprehensif dalam memahami dan menanggulangi fenomena perundungan di lingkungan pendidikan kontemporer. Berbeda dari pendekatan konvensional yang sering hanya menekankan penyelesaian hukum retributif, buku ini menghadirkan pendekatan integratif yang memadukan sains psikososial modern dengan nilai-nilai transendental Islam. Perundungan dipahami bukan sekadar sebagai perilaku menyimpang, melainkan sebagai patologi sosial dan spiritual yang berakar pada hilangnya penghormatan terhadap martabat manusia serta melemahnya nilai kasih sayang dalam relasi sosial.
Secara teoretis, buku ini menjadikan konsep Rahmatan lil Alamin sebagai fondasi utama dalam membaca persoalan bullying. Berbagai bentuk perundungan, seperti kekerasan fisik, verbal, relasional, hingga cyberbullying, dianalisis melalui perspektif Al-Qur’an, Hadis, Maqashid Syariah, dan filsafat akhlak Islam. Dalam kerangka tersebut, perundungan dipandang sebagai pelanggaran terhadap perlindungan jiwa, kesehatan mental, dan martabat manusia. Buku ini juga menguraikan faktor batiniah seperti kesombongan, iri dengki, dan lemahnya empati sebagai pemicu utama agresi sosial, khususnya di kalangan generasi muda.
Kebaruan buku ini terletak pada perumusan strategi pencegahan, intervensi, dan rehabilitasi yang dapat diterapkan dalam keluarga, sekolah, pesantren, dan masyarakat. Penulis menawarkan model Prophetic Parenting sebagai pola asuh berbasis nilai kenabian, penguatan budaya sekolah ramah anak melalui adab, serta penyusunan regulasi internal pendidikan yang inklusif dan berkeadaban. Pada aspek pemulihan, buku ini memperkenalkan pendekatan Tazkiyatun Nafs dan konseling Islami untuk membantu korban pulih dari trauma, sekaligus membimbing pelaku melalui proses Ta’dib agar mengalami perbaikan karakter tanpa pelabelan negatif secara permanen.
Secara keseluruhan, buku ini menyajikan sepuluh bab yang saling terhubung, mulai dari pemetaan anatomi kekerasan remaja hingga perumusan solusi spiritual, sosial, dan institusional yang aplikatif. Dengan memadukan teori psikologi sosial modern, ekologi perkembangan, yurisprudensi Islam, dan pendidikan akhlak, buku ini menunjukkan bahwa Islam memiliki perangkat nilai, metodologi, dan spiritualitas yang relevan untuk menjawab krisis perundungan di dunia pendidikan. Karya ini menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, pendidik, orang tua, pengelola pesantren, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas yang ingin membangun lingkungan pendidikan yang aman, beradab, dan penuh kasih sayang.







Ulasan
Belum ada ulasan.