Buku Seri Sakramen Perkawinan: Pengantar, Sejarah, Dasar Teologis, Teori dan Aplikasi ini menelusuri makna dan sejarah perkawinan dalam tradisi Yahudi-Kristen secara kronologis, dimulai dari fondasi Ibrani kuno hingga realitas kontemporer. Diawali dengan pendefinisian perkawinan sebagai kontrak, perjanjian dan sakramen, Buku Seri Sakramen Perkawinan: Pengantar, Sejarah, Dasar Teologis, Teori dan Aplikasi ini menjelaskan urgensi memahami akar perkawinan bagi kehidupan umat. Penelusuran sejarah mencakup praktik zaman patriarkh, regulasi Hukum Taurat, metafora kenabian tentang ikatan Allah-Israel, polemik perceraian dalam Yudaisme Bait Suci Kedua, hingga puncak pemulihan oleh Yesus Kristus yang mengembalikan maksud semula penciptaan. Ajaran Paulus tentang perkawinan sebagai cermin mysterion Kristus dan Gereja menjadi jembatan menuju perumusan dogmatis pada zaman Patristik (tiga nilai perkawinan oleh Agustinus), Abad Pertengahan (sakramentalitas oleh Thomas Aquinas), serta titik pisah Reformasi (Luther melihatnya sebagai “ordo ciptaan”) dan Konsili Trente yang menegaskan kembali sakramentalitas.
Secara teologis, perkawinan dipahami sebagai berith (perjanjian), mitzvah (kewajiban) dan sakramen, dengan kesinambungan sebagai perjanjian kudus sekaligus diskontinuitas antara sakramentalitas Katolik, perjanjian covenant Protestan, dan kiddushin Yahudi. Tujuh teori utama – mulai dari Hukum Kodrat, Perjanjian, Sakramen, Panggilan, Ikon Trinitas, hingga Fenomenologi Personalis Karol Wojtyla – dikaji untuk memperkaya pemahaman. Aplikasi praktisnya menyentuh liturgi pernikahan (ritus Yahudi, Katolik, Protestan), etika (kesetiaan, keluarga berencana, perceraian, perkawinan beda iman), peran keluarga sebagai “gereja kecil”, serta pendampingan pastoral dalam menghadapi krisis dan tantangan modern seperti pergeseran gender dan kohabitasi.
Buku Seri Sakramen Perkawinan: Pengantar, Sejarah, Dasar Teologis, Teori dan Aplikasi ini menutup dengan rangkuman benang merah dari Eden menuju Eskaton, menegaskan bahwa warisan Yahudi-Kristen tetap relevan untuk membangun perkawinan yang sehat dan bahwa perkawinan adalah kesaksian kasih Allah bagi dunia.








Ulasan
Belum ada ulasan.