Buku referensi akademik yang berjudul Kepemimpinan Gereja Era 5.0 ini menyajikan sebuah rekonstruksi radikal, ilmiah, dan teologis interdisipliner mengenai model penataan tata kelola dan visi kepemimpinan organisasi nirlaba keagamaan menghadapi badai disrupsi peradaban di Era Masyarakat 5.0. Buku ini secara tajam membongkar ketidakfungsian manajemen tradisional (sklerosis birokrasi klerikal) yang selama berdekade-dekade melumpuhkan kelincahan gerakan misi gereja lokal, memelihara ketertupan anggaran finansial manual, serta memicu terjadinya fenomena kemunduran sunyi (silent attrition) di kalangan jemaat generasi muda asli digital (digital natives). Sebagai solusi strategis alternatif, buku ini menawarkan draf cetak biru penataan organisasi yang mengawinkan kedalaman ortodoksi iman Kristen yang murni bersama profesionalisme sains manajemen modern, akuntansi forensik, hukum siber, dan etika komputer.
Alur pemaparan di dalam buku referensi ini didesain secara bertahap melewati 18 bab yang saling berkelindan secara logis-empiris. Bab 1 sampai Bab 5 membangun fondasi teologis-konseptual mengenai esensi Human-Centric Leadership berdasarkan model penggembalaan inkarnasional Yesus Kristus, menolak berhala teknosentrisme 4.0 yang kaku, serta meredesain peran jemaat awam melalui pemutaran balik menara klerikalisme feodal menuju penegakan doktrin Keimaman Am Orang Percaya. Melangkah ke Bab 6 sampai Bab 9, fokus kajian dialihkan pada pilar integrasi infrastruktur teknologi informasi, mencakup pengoperasian sistem ChMS terpadu yang patuh pada regulasi hukum siber UU PDP, pemanfaatan analitik data besar dan kecerdasan buatan (AI tools) sebatas asisten operasional back-office sekretariat kantor gereja, serta perancangan strategi komunikasi publik transmedia yang mementahkan propaganda hoaks polarisasi digital linimasa.








Ulasan
Belum ada ulasan.