MENIKAH LAGI DI USIA LANSIA

Rp450.000

PenulisDr Budi Kuncahyo
Tahun TerbitMei 2026
Jumlah halaman453
Ukuran kertas15.5 x 23
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg-
Kategori:

Menikah Lagi di Usia Lansia: Antara Hak, Agama, dan Keluarga menghadirkan pembahasan yang jernih tentang satu persoalan yang kerap dianggap sensitif, yakni keinginan lansia untuk menikah lagi setelah ditinggal pasangan. Di tengah stigma sosial, penolakan keluarga, dan berbagai prasangka yang sering melukai, buku ini mengajak pembaca melihat persoalan tersebut secara lebih manusiawi, adil, dan bermartabat. Kesepian, kehilangan, kebutuhan akan pendamping hidup, dan hak untuk menentukan masa depan dibahas dengan bahasa yang hangat namun tetap tajam. Buku ini menunjukkan bahwa usia lanjut tidak menghapus kebutuhan seseorang untuk dicintai, dihormati, dan ditemani. Di sisi lain, pernikahan ulang pada usia senja juga tidak boleh dipandang secara naif tanpa pertimbangan moral, emosional, dan sosial yang matang. Karena itu, buku ini membedah persoalan lansia, agama, keluarga, dan kepentingan praktis dengan pendekatan yang seimbang. Pembaca akan diajak memahami bahwa menikah lagi bukan semata soal perasaan, tetapi juga soal martabat, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Inilah buku yang menempatkan lansia bukan sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai manusia utuh yang tetap memiliki hak untuk memilih.

Melalui uraian yang reflektif dan solutif, buku ini menjelaskan bagaimana agama memandang pernikahan ulang, bagaimana keluarga seharusnya bersikap, dan bagaimana lansia dapat mengambil keputusan secara sadar serta terhormat. Isinya tidak hanya mengurai konflik, tetapi juga menawarkan jalan dialog yang sehat di tengah ketegangan antara hak pribadi dan kepentingan keluarga. Persoalan harta, warisan, restu anak, kesiapan batin, hingga tanda-tanda hubungan yang sehat dibahas secara lugas dan mudah dipahami. Buku ini relevan bagi lansia, anak-anak yang mendampingi orang tua, tokoh agama, pemerhati keluarga, maupun pembaca umum yang ingin memahami isu ini secara lebih dalam. Dengan gaya bahasa yang populer, mengalir, dan menyentuh, pembaca tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga ruang untuk merenung. Buku ini menegaskan bahwa bahagia di usia senja bukan hal yang memalukan, selama ditempuh dengan cara yang benar dan niat yang baik. Di balik setiap halaman, tersimpan pesan bahwa kehilangan tidak harus mengakhiri harapan seseorang untuk hidup lebih tenang dan bermakna. Menikah Lagi di Usia Lansia: Antara Hak, Agama, dan Keluarga adalah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memandang masa tua dengan lebih bijak, lebih lembut, dan lebih adil.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “MENIKAH LAGI DI USIA LANSIA”
Keranjang Belanja