“Ramadan di Pinggiran : Kumpulan Puisi Esai” menghadirkan potret Ramadan dari sudut yang jarang disorot. Di tengah dominasi kisah-kisah penuh gemerlap dan selebrasi, buku ini justru mengajak pembaca menengok realitas yang lebih sunyi dan getir—tentang mereka yang menjalani Ramadan dalam keterbatasan, luka, dan perjuangan yang tak selalu terlihat.
Melalui sembilan puisi esai, pembaca diajak melintasi beragam lanskap kehidupan: kegelisahan spiritual, kerasnya realitas di gunung sampah, duka akibat bencana, ketimpangan birokrasi, dedikasi tenaga medis, pergulatan seorang mualaf, hingga kisah pengampunan mantan narapidana dan perjuangan seorang ayah yang kehilangan pekerjaan. Setiap kisah tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga merefleksikan kenyataan sosial yang nyata.
Menggunakan format puisi esai, buku ini memadukan kekuatan bahasa puitis dengan pijakan fakta melalui catatan kaki yang menyertai setiap karya. Pendekatan ini menjadikan setiap puisi tidak sekadar ungkapan rasa, tetapi juga cermin dari persoalan sosial yang benar-benar terjadi.
“Ramadan di Pinggiran” bukan hanya kumpulan karya sastra, melainkan sebuah ajakan untuk melihat, merasakan, dan memahami makna Ramadan dari perspektif yang lebih dalam—perspektif mereka yang berada di pinggiran, namun tetap teguh merawat iman di tengah keterbatasan.








Ulasan
Belum ada ulasan.