MALUKU UTARA

Rp150.000

PenulisNani Jafar
Tahun TerbitApril 2026
Jumlah halaman182
Ukuran kertas15.5 x 23
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg-
Kategori:

Pembahasan mengenai soa dalam buku ini ditempatkan sebagai titik awal untuk memahami struktur sosial masyarakat Maluku Utara pada masa pembentukannya. Soa tidak diposisikan sekadar sebagai “desa” sebagaimana dalam beberapa literatur, melainkan sebagai satuan keluarga yang terdiri atas unsur ayah (dada), ibu (nana), dan anak (ngofa). Dari unit kecil inilah berkembang bentuk-bentuk organisasi sosial yang lebih kompleks. Seiring pertambahan anggota, soa mengalami perluasan makna dan struktur kepemimpinan, hingga membentuk kesatuan sosial yang lebih besar seperti gam yang dipimpin oleh gimalaha, dan buldan yang dipimpin oleh momole. Proses ini menunjukkan bahwa pembentukan kerajaan di Maluku Utara berakar kuat pada dinamika sosial masyarakat tingkat bawah.

Transformasi sosial tersebut tidak berlangsung secara terpisah dari pengaruh kebudayaan luar. Masuknya budaya Jawa-Hindu pada abad ke-10 hingga ke-13 membawa perubahan dalam sistem kepemimpinan, ditandai dengan pergeseran istilah momole menjadi kolano. Perubahan ini berlanjut ketika Islam masuk pada abad ke-14, yang kemudian menggantikan istilah kolano dengan sultan. Dari proses historis inilah terbentuk kesatuan politik yang dikenal sebagai Maluku Kie Raha, yang meliputi Ternate, Tidore, Moti, dan Makian. Kesatuan ini tidak hanya mencerminkan struktur kekuasaan, tetapi juga memuat nilai-nilai simbolik dan spiritual, seperti konsep hubungan manusia dengan Tuhan yang dikenal dengan istilah Gikirimoi di Ternate dan Jou Wonge di Tidore.

Buku ini juga menempatkan tradisi dan simbol budaya sebagai bagian penting dalam memahami kehidupan masyarakat Maluku Utara. Tradisi sirih-pinang, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan praktik adat, tetapi juga mengandung makna filosofis tentang kesatuan, kesuburan, dan penghormatan dalam relasi sosial. Di sisi lain, kajian terhadap manuskrip dan legenda memperlihatkan adanya interaksi budaya yang luas, mulai dari pengaruh Cina, Jawa, Islam, hingga Eropa. Hal ini semakin dipertegas dengan peran komoditas rempah seperti cengkeh dan pala yang menjadikan Maluku Utara sebagai pusat perhatian dunia sejak berabad-abad lalu. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menyajikan rekonstruksi sejarah, tetapi juga menawarkan pemahaman yang lebih utuh tentang identitas, budaya, dan dinamika ekonomi masyarakat Maluku Utara dari masa ke masa.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “MALUKU UTARA”
Keranjang Belanja