ETIKA KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Rp100.000

PenulisDr. Iskandar, MA, Fina Meilinar, M.Pd
Tahun TerbitFebruari 2026
Jumlah halaman124
Ukuran kertas15.5 x 23
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg978-634-242-525-1
Kategori:

Buku Etika Kesantunan Berbahasa dalam Perspektif Islam hadir sebagai respon akademik dan spiritual terhadap merosotnya adab komunikasi di era digital. Bahasa tidak lagi sekadar alat bertukar informasi, tetapi menjadi cermin identitas dan kualitas iman. Fenomena ujaran kebencian, fitnah, dan sarkasme di ruang publik menunjukkan pentingnya rekonstruksi etika berbahasa. Buku ini memadukan teologi Islam dengan teori pragmatik modern untuk merumuskan kembali konsep kesantunan sebagai fondasi peradaban yang bermartabat.

Pendekatan multidisipliner digunakan dengan mengintegrasikan Al-Qur’an, Hadis, dan teori kesantunan linguistik Barat. Kesantunan dalam Islam dipahami bukan sekadar strategi sosial, melainkan manifestasi tanggung jawab spiritual atas setiap kata yang diucapkan. Pembahasan enam prinsip qaulan dalam Al-Qur’an menjadi kerangka praktis untuk membangun komunikasi yang memanusiakan. Bahasa ditempatkan sebagai amanah ilahi yang memiliki konsekuensi moral dan eskatologis.

Melalui struktur yang sistematis, buku ini membahas perbandingan konsep kesantunan lintas budaya, strategi penerapan dalam keluarga dan pendidikan, serta tantangan komunikasi digital. Konsep tabayyun ditegaskan sebagai kunci menghadapi hoaks dan disrupsi informasi. Keteladanan Rasulullah SAW sebagai komunikator ideal dianalisis untuk menunjukkan bahwa kesantunan adalah kekuatan dakwah, bukan kelemahan. Buku ini juga menyoroti etika menyimak sebagai bagian penting dari komunikasi yang sering diabaikan.

Sebagai karya referensi, buku ini dilengkapi panduan praktis menegur secara santun, mengelola konflik digital, dan menanamkan etika berbahasa sejak dini melalui keteladanan. Penulisan mengikuti standar akademik dengan rujukan ilmiah mutakhir, namun tetap mudah dipahami. Buku ini ditujukan bagi akademisi, pendidik, dan masyarakat luas sebagai ajakan membangun kembali budaya tutur yang beradab. Kesantunan berbahasa diposisikan sebagai jalan untuk menjaga kehormatan manusia dan memperkuat fondasi moral bangsa.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “ETIKA KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PERSPEKTIF ISLAM”
Keranjang Belanja