Buku Terima kasih atas “Tafsir Warisan Teologi Kolonial”. Sekarang waktunya: Teologi Kristosentris Keindonesiaan sebagai Tanggung Jawab Iman terhadap Bangsa.merupakan sebuah refleksi teologis yang kritis, akademis, dan profetik tentang relasi iman Kristen dan kehidupan kebangsaan Indonesia. Buku ini lahir dari keprihatinan mendalam atas keterasingan teologi Kristen di Indonesia dari realitas sosial, politik, dan hukum bangsa yang justru menjadi ruang konkret panggilan iman.
Dengan pendekatan historis, teologis, dan etis, buku ini membongkar warisan teologi kolonial yang masih hidup sering kali tanpa disadari dalam cara gereja beriman, berteologi, dan memandang negara. Warisan tersebut telah membentuk spiritualitas yang privat, kesalehan yang apolitis, serta sikap curiga terhadap negara dan hukum. Alih-alih melahirkan kesaksian publik yang matang, tafsir iman semacam ini justru berkontribusi pada kemiskinan etika publik dan ketidakberanian gereja menghadapi persoalan bangsa.
Namun buku ini tidak berhenti pada kritik. Dengan sikap adil dan dewasa, penulis menyampaikan terima kasih teologis kepada warisan kolonial yang telah meletakkan dasar pengenalan akan Yesus Kristus, sekaligus menegaskan bahwa warisan tersebut tidak boleh dibekukan atau disakralkan. Dari titik inilah buku ini menawarkan rekonstruksi teologis: Teologi Kristosentris Keindonesiaan. Sebuah paradigma berteologi yang setia kepada Kristus, tetapi berakar pada sejarah, penderitaan, nilai, dan cita-cita bangsa Indonesia.
Melalui pembahasan tentang Kristologi kontekstual, etika publik, relasi gereja–negara, Pancasila, pendidikan teologi, dan pembentukan warga negara Kristen, buku ini menegaskan bahwa melayani Indonesia bukanlah pengkhianatan iman, melainkan bagian dari kesetiaan kepada Kristus yang inkarnatif. Gereja dipanggil untuk mencintai Indonesia tanpa menyembah negara, mengkritik dari dalam tanpa menghujat dari luar, dan mewariskan iman yang dewasa kepada generasi berikutnya.
Buku ini ditujukan bagi akademisi teologi, mahasiswa STT, pemimpin gereja, serta warga Kristen Indonesia yang merindukan iman yang utuh: iman yang tidak terasing dari bangsanya, iman yang berani, rendah hati, dan bertanggung jawab di tengah sejarah Indonesia.








Ulasan
Belum ada ulasan.