Buku Model PBL ini merupakan karya ilmiah komprehensif yang menguraikan konsep, teori, desain, dan praktik Problem-Based Learning sebagai model pembelajaran abad ke-21. Berangkat dari akar historisnya di McMaster University oleh Barrows dan Tamblyn (1980), buku ini menelusuri perkembangan PBL secara global hingga implementasinya di Indonesia, termasuk kaitannya dengan Kurikulum Merdeka dan pendidikan STEM. Bagian awal buku membahas landasan filosofis, teoretis, dan empiris PBL dengan menekankan konstruktivisme sosial, pembelajaran dewasa, serta pembelajaran kontekstual dan kolaboratif sebagai fondasi utama. PBL dipahami sebagai pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses belajar, membangun pengetahuan melalui interaksi sosial, refleksi, dan pemecahan masalah nyata, sejalan dengan pergeseran paradigma pendidikan Indonesia menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Buku ini kemudian menguraikan karakteristik, komponen, dan tahapan implementasi PBL secara sistematis, mulai dari desain instruksional, peran fasilitator dan peserta didik, hingga strategi asesmen autentik yang menilai proses berpikir dan kolaborasi. Pembaca dipandu memahami tahapan inti seperti orientasi masalah, identifikasi fakta, formulasi hipotesis, investigasi mandiri dan kolaboratif, sintesis solusi, serta refleksi dan evaluasi. Disertakan contoh problem pemicu, templat desain pembelajaran, dan rubrik penilaian yang aplikatif sehingga buku ini relevan bagi guru, dosen, praktisi, dan peneliti pendidikan. Bagian pertengahan buku menyoroti transformasi PBL di era digital serta integrasinya dengan pendekatan inovatif lain seperti Challenge-Based Learning, Design-Based Learning, dan Design Thinking, dilengkapi studi kasus global yang menunjukkan adaptasi PBL dalam lingkungan virtual, hybrid, dan berbasis AI dengan tetap menjaga nilai etika dan kemanusiaan.
Pada bagian akhir, buku ini membahas isu, tantangan, dan arah masa depan penerapan PBL di Indonesia, disertai rekomendasi kebijakan pada tingkat nasional, institusi, dan kelas. Epilog yang reflektif menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses transformasi manusia menjadi pembelajar seumur hidup yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan berempati. Dengan landasan ilmiah yang kuat, gaya penulisan reflektif, serta relevansi tinggi terhadap praktik pendidikan Indonesia, buku ini menjadi rujukan penting bagi dosen, guru, praktisi, mahasiswa pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan yang ingin membangun pembelajaran bermakna dan memanusiakan manusia.








Ulasan
Belum ada ulasan.