Buku ini mengangkat tradisi Aboge dan Kapitayan sebagai ekspresi kepercayaan lokal masyarakat Jombang yang hidup dan terus beradaptasi di tengah arus modernisasi. Melalui pembacaan yang kontekstual, penulis menempatkan kepercayaan lokal tidak hanya sebagai warisan historis, tetapi sebagai bagian dari identitas sosial, spiritual, dan budaya yang berkelindan dengan dinamika keberagamaan masyarakat masa kini.
Kajian ini juga membahas relasi antara tradisi lokal, kebijakan, serta perubahan sosial yang memengaruhi keberlangsungan praktik kepercayaan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis data lapangan dan refleksi kritis, buku ini membuka ruang dialog tentang toleransi, keberagaman, dan posisi kepercayaan lokal dalam kerangka kebangsaan yang majemuk.
Diharapkan, buku ini menjadi rujukan bagi akademisi, mahasiswa, pemerhati budaya, dan masyarakat umum dalam memahami keberagaman Indonesia dari akar-akar lokalnya, sekaligus menjadi bahan renungan tentang bagaimana memaknai kemajuan tanpa menanggalkan jati diri budaya.








Ulasan
Belum ada ulasan.