BENANG–BENANG KEHIDUPAN DARI LEMBAH BALIEM

Rp65.000

PenulisWim Ruwayari
Tahun TerbitNovember 2025
Jumlah halaman100
Ukuran kertas14 x 21
Jenis kertasBookpaper
ISBN/No.Reg978-634-242-324-0
Kategori:

Di Kampung Aikima, sebuah desa kecil di Lembah Baliem yang berdiri di atas bekas Danau Wiu yang mengering, hidup seorang gadis bernama Heni. Lingkungan kampungnya yang dipenuhi pasir putih dan batu karang menyimpan jejak sejarah leluhur yang seolah belum selesai dituturkan. Bersama ibunya, Mama Loma—seorang perempuan Dani yang setia menjaga tradisi—Heni tumbuh dengan cerita dan nilai yang diwariskan melalui tenunan noken, simbol kasih, kehidupan, dan harapan.

Namun dunia Heni berubah ketika ia mulai bersekolah. Teman-temannya memandang noken sebagai “barang kampung” dan memilih tas pabrikan yang dianggap lebih modern. Heni mulai merasa malu menjadi bagian dari tradisi itu. Ketika sekolah mengadakan lomba budaya, ia terjebak dalam dilema: menyembunyikan identitasnya agar diterima, atau memperjuangkan warisan yang belum sepenuhnya ia pahami.

Melalui konflik batin itu, Heni perlahan menyadari bahwa noken bukan sekadar anyaman tali serat, tetapi simbol perjuangan perempuan, ikatan antargenerasi, dan napas spiritual kebudayaan Dani. Benang-Benang Kehidupan dari Lembah Baliem adalah cerita tentang jati diri, cinta seorang ibu, dan bagaimana tradisi yang hampir terlupakan dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih utuh dan membanggakan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BENANG–BENANG KEHIDUPAN DARI LEMBAH BALIEM”
Keranjang Belanja