Dalam balutan kisah cinta dan perjuangan, Jihad Bertabur Cinta mengisahkan perjalanan dua jiwa muda—Saqif dan Syakila—yang terhubung oleh masa kecil, doa-doa orang tua, dan impian besar untuk mengabdi kepada umat. Latar belakang mereka terbentang dari pesisir Selat Malaka yang damai, hingga garis konflik di Lebanon dan Palestina yang bergolak. Saqif, seorang perwira militer dan Peacekeeper PBB di Lebanon, dan Syakila, relawan medis di Gaza, menapaki jalan hidup yang berbeda, namun seringkali sejajar dalam semangat jihad kemanusiaan.
Kisah mereka dibangun di atas konflik sosial, pertentangan batin, luka masa lalu, dan kesenjangan harapan. Saat cinta tumbuh di antara semangat belajar dan pengabdian, takdir justru menggiring mereka ke arah yang tak selaras. Ego, perbedaan status, dan tekanan keluarga menjauhkan keduanya hingga hanya tersisa kenangan dan penyesalan. Dalam latar geopolitik dunia Islam, novel ini menyajikan percikan cinta, luka, dan keikhlasan dalam membela nilai kemanusiaan dan agama.
Jihad Bertabur Cinta bukan hanya cerita cinta biasa. Ini adalah narasi lintas negara, lintas luka, dan lintas doa—tentang dua insan yang memilih jalan jihad: satu dengan senjata dan khutbah, satu dengan stetoskop dan ketulusan. Di tengah semerbak cinta dan duka, mereka belajar bahwa pengabdian adalah bentuk tertinggi dari cinta itu sendiri.








Ulasan
Belum ada ulasan.