La Galigo: Peta Jalan Mappasessu Menemukan Arah adalah sebuah karya spiritual dan naratif yang ditulis sebagai zikir sunyi, mengalir dari akar tanah dan langit. Dalam kisah ini, Mappasessu menyuarakan warisan ruhani yang diwariskan leluhurnya sebagai pengetahuan batin bagi generasi mendatang. Ia bukan hanya menyampaikan cerita, tapi juga menyulam kembali benang sejarah keluarga, nilai-nilai kebijaksanaan, dan arah hidup yang bersumber dari leluhur seperti La Passisi dan Syekh Yusuf Makassar.
Melalui narasi penuh cinta, Mappasessu mengenang ayahnya, Petta Mandong, sebagai penjaga arah yang membimbing lewat sikap, dan ibunya, Petta Simpurusiah, sebagai penjaga zikir dalam keseharian yang lembut. Ia mempersembahkan kisah ini kepada saudara, istri, dan ketiga anaknya sebagai peta ruhani di tengah riuh zaman. Kisah ini adalah peneguhan bahwa menjadi pewaris sejati bukan sekadar melanjutkan nama, tapi menjaga arah, menumbuhkan cahaya batin, dan menautkan diri pada zikir leluhur.
Lebih dari sekadar kisah keluarga, buku ini menjadi warisan hidup yang mengajak pembaca untuk kembali pada nilai-nilai luhur, kesadaran diri, dan cinta yang mengakar. Dalam dunia yang kian gaduh dan menjauh dari akar, La Galigo hadir sebagai pengingat lembut bahwa hidup bukan hanya tentang berjalan maju, tapi tentang mengenali arah pulang—sebuah warisan ruh yang harus terus dihidupkan dalam sunyi dan kasih sayang.




Ulasan
Belum ada ulasan.