Ketika ayahnya—seorang pejabat publik yang dulu dipuja—dijebloskan ke penjara karena korupsi, hidup Ratih Nastiti Wijaya berubah drastis. Ia tidak hanya kehilangan figur ayah, tapi juga harus menanggung warisan yang tak pernah ia minta: stigma, cibiran, dan rasa malu. Di sekolah, di media sosial, bahkan di rumah sendiri—nama keluarganya menjadi beban yang terus menekan.
Namun Ratih memilih untuk tidak tunduk. Ia menolak dikurung dalam bayang-bayang kesalahan orang tuanya. Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Ratih bangkit—melalui tulisan, komunitas, dan suara-suara anak-anak lain yang mengalami hal serupa. Ini bukan kisah penghakiman, melainkan perjuangan untuk membuktikan bahwa seseorang berhak menentukan masa depannya sendiri.
Ayahku Seorang Koruptor adalah novel yang menggugah dan menggugat. Melalui kisah Ratih, Kholid Abdullah Harras memperlihatkan sisi lain dari kejahatan kerah putih—dampaknya yang diam-diam menghancurkan keluarga, merampas masa kanak-kanak, dan menyisakan luka psikologis yang dalam. Novel ini adalah seruan untuk melihat kejahatan bukan hanya dari jumlah kerugian negara, tetapi juga dari kerusakan yang ditinggalkannya di dalam jiwa anak-anak.








Ulasan
Belum ada ulasan.