Buku Redesain Hutan Tanaman Industri (HTI) ini menyajikan pendekatan baru dalam pengelolaan HTI yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim global dan bencana ekologis. HTI tidak hanya dipandang sebagai sistem produksi kayu, tetapi sebagai bagian integral dari solusi iklim dan pengelolaan lanskap berkelanjutan. Melalui prinsip zonasi terpadu, buku ini memaparkan bagaimana HTI dapat dirombak menjadi sistem multiusaha yang menggabungkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, mencakup zona produksi, konservasi, agroforestri, silvopastura, dan pemukiman. Evaluasi kritis terhadap kelemahan model monokultur, integrasi pendekatan partisipatif, serta pemanfaatan teknologi konservasi dan pemantauan emisi menjadi pilar penting buku ini.
Selain membahas aspek desain tata ruang dan sosial-ekonomi, buku ini mendalami strategi pemulihan siklus alami hutan, termasuk siklus air, karbon, dan hara. Penulis mengulas peran HTI dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, pengendalian banjir, pencegahan kebakaran, serta peluang dari instrumen seperti sertifikasi karbon dan insentif hijau. Pendekatan teknis-operasional dikaitkan dengan pencapaian komitmen iklim global, target kontribusi nasional (NDC), dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Buku ini memberikan kerangka kerja aplikatif untuk merancang Forest Management Plan (FMP), pemantauan indikator kinerja, dan penguatan tata kelola lintas sektor.
Sebagai inti, buku ini menekankan pentingnya kesejahteraan masyarakat sekitar HTI melalui akses kelola, kemitraan usaha, dan pemberdayaan ekonomi, termasuk inklusi perempuan dan pemuda. Model partisipatif diperkenalkan sebagai strategi untuk memperkuat legitimasi sosial, menurunkan konflik, dan membangun ketahanan sistem. Buku ini juga menawarkan rekomendasi kebijakan, roadmap implementasi, serta strategi replikasi untuk memperluas skala redesain HTI di berbagai wilayah Indonesia. Dengan visi HTI yang lebih resilien, inklusif, dan berkelanjutan, buku ini menjadi panduan penting bagi akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, investor, serta semua pihak yang ingin berpartisipasi dalam transformasi kehutanan nasional menuju masa depan yang lebih tangguh dan lestari.








Ulasan
Belum ada ulasan.