“Sholat itu tiang agama. Tapi kalau kita sendiri belum berdiri tegak, gimana bisa menegakkan sesuatu?”
Buku ini lahir dari kegelisahan sederhana yang banyak kita rasakan: kenapa sholat sering terasa berat? Di tengah dunia yang riuh dan serba cepat, sholat kadang tergelincir menjadi rutinitas, kehilangan makna terdalamnya sebagai ruang pertemuan dengan Sang Pencipta.
Ditulis dengan bahasa ringan dan kisah-kisah yang relatable, buku ini tidak menggurui, melainkan menemani. Untuk kamu yang sedang berusaha memperbaiki sholat, yang sedang mencari alasan untuk jatuh cinta lagi pada sujud, atau yang hanya butuh teman di perjalanan spiritual yang penuh naik-turun.
Bersama buku ini, kita akan menyelami pentingnya sholat untuk jiwa, mencari cara melawan rasa malas, dan menemukan kembali kehangatan pulang dalam setiap sujud. Karena hidup ini bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang keberanian untuk terus kembali kepada-Nya, meski perlahan.
Selamat membaca. Selamat jatuh cinta (lagi) dengan sujud.







Ulasan
Belum ada ulasan.