Buku ini berisi kumpulan pantun, dengan sampiran nama-nama alat musik tradisional berbagai daerah di Indonesia. Tidak semua orang tahu, bahwa ternyata Indonensia kaya dengan seni tradisi termasuk alat musiknya. Sedangkan isi pantun adalah nasihat tentang berbagi hal sebagai pengingat diri untuk menjadi manusia berkualitas dan berkarakter di tengah degradasi moral saat ini.
Penulis berupaya mengenalkan berbagai macam instrumen yang ada di berbagai daerah. Dari Aceh ada instrumen Srune Kale, di Sumatera Utara ada Saluang, Hasapi, di Kepulauan Riau ada Gendang anjang, di Nias ada Aramba, Faritia, di Sumatera Selatan ada Akordeon, Burdah. Di Bangka Belitung ada Gendang Melayu dan Cak Lemong. Dari Sumatera Barat terdapat Talempong Pacik, dari Nusa Tenggara Timur ada Sasando, Knobe Oh, Gong Waning. Dari Bali ada Gerantang, Rebana, Gangsa. Dari Jawa Barat terdapat Angklung, Calung, Arumba, dan lain-lain.
Dari nama alat musik tersebut menjadi dasar penulis untuk membuat rangkaian kata bermakna dalam bentuk pantun. Harapannya, selain mendorong budaya baca bagi masyarakat, juga menjadi media mengenal alat musik tradisi peninggalan para pendahulu yang layak diketahui dan dilestarikan.








Ulasan
Belum ada ulasan.